Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih

Bulan Februari sering kali disebut sebagai Bulan Cinta, karena ada tanggal khusus untuk merayakan rasa kasih sayang. Namun berbeda di Kota Bandung. Para pemuda di sini merayakan Bulan Cinta bagi seseorang yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia, Inggit Garnasih.

Peringatan ini sudah berlangsung keenam kalinya yang diselenggarakan oleh Sakola Ra’jat (SR) Iboe Inggit Garnasih. Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan beberapa seniman yang menari di Jalan Astana Anyar lalu menyusuri gang pemukiman yang berakhir di Jalan Lio Genteng. Para siswa pun ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan pembukaan ini.

Aksi para seniman tidak berhenti di situ, mereka mensosialisasikan Bulan Cinta Ibu Bangsa di Car Free Day (CFD) Dago. Para seniman menunjukkan aksi teatrikal yang menggambarkan sosok Inggit Garnasih, yang diiringi oleh bacaan puisi serta perkusi. Tidak sedikit masyarakat yang melihat aksi dari para seniman di tengah keramaian aktivitas disana.

Rangkaian ini dilanjutkan kegiatan dengan menulis surat cinta oleh siswa SMP 1 Pasundan Kota Bandung. Sebelum para siswa menuliskan surat cintanya bagi Inggit Garnasih dengan tema “Andaikan Ibu Inggit Garnasih Jadi Pahlawan Nasional”, Tito Zeni Asmara Hadi yang merupakan cucu dari ibu bangsa kita menjelaskan sejarah singkat wanita yang turut berjuang memerdekakan bangsa Indonesia tersebut. Para siswa pun menuliskan surat cinta mereka bagi sosok Ibu Bangsa kita yang tidak pernah dijadikan pahlawan nasional.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pawai obor di kawasan Jalan Lio Genteng. Tidak hanya warga sekitar yang memeriahkan acara penutup ini, Rektor serta Guru Besar dari Institut Seni Budaya Indonesi (ISBI) Bandung, Een Herdiani dan Endang Caturwati pun turut hadir dalam acara ini. Para siswa pun membawa obornya masing-masing dalam kegiatan penutupan ini.

Dari kegiatan peringatan Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih ini membuat masyarakat kembali mengenang jasa Inggit Garnasih sekaligus mengingat kembali sejarah kemerdekaan Indonesia. Karena setelah perjuangannya untuk mendukung presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, ia harus rela berpisah karena orang yang dicintainya itu ingin menikahi wanita lain. Sehingga setelah pisah dengan Soekarno, ia tinggal di rumah yang sekarang dijadikan Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, di Jalan Inggit Garnasih, No. 8, Bandung. PHOTO’SSPEAK/ Virliya Putricantika

 

340

Virliya Putricantika
Virliya Putricantika TTL : Bandung, 15 Juli 2000 Alamat : Jl. Somawinata Kp. Kebon Kalapa Rt. 01 Rw. 02 Ds. Tanimulya Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat "Menghargai segala sesuatu, salah satunya lewat fotografi" Wa : 082218430898