Tips Safety Dalam Memotret

Posted on

Menjadi pewarta foto adalah sebuah profesi yang membutuhkan persiapan yang lengkap. Selain dituntut untuk menghasilkan foto-foto terbaik untuk meninformasikan kepada masyarakat, mereka pun dituntut untuk siap di terjunkan dalam situasi apapun. Kesiapan-kesiapan mereka dalam situasi apapun pastinya harus mereka perhitungkan, seperti apa saja yang harus dibawa, bagaimana menghadapinya, serta yang lain-lain. Namun bukan hanya pewarta foto media konvensional saja yang harus siap seperti ini. Para pewarta foto LPM (Lembaga Pers Kampus) pun sama, mereka harus siap meliput dalam situasi apapun. Yang membedakannya, para pewarta foto LPM ini belum dilindungi hak-haknya dalam undang-undang pers. Berikut beberapa tips untuk memotret dalam situasi-situasi yang membutuhkan perisiapan lebih seperti kebakaran, bencana alam, demo, dan lain-lain.

  1. Mengetahui Situasi Yang Akan Di Hadapi

Dalam memotret, kita harus tahu apa yang akan kita hadapi. Dalam hal ini, kita mencari data apa yang akan kita potret agar kita tahu, apakah situasi ini bisa dilakukan dengan santai, atau harus dengan persiapan yang ekstrea. Menelaah terlebih dahulu situasi adalah hal yang paling dasar ketika akan memotret.

  1. Mempersiapkan Kebutuhan

Ketika kita akan memotret situasi yang membutuhkan persiapan ekstra, maka kita harus mempersiapkannya dengan matang. Contohnya ketika kita akan memotret sebuah kebakaran, kita harus siap dengan apa yang akan terjadi. Maka dari itu kita harus mempersiapkan sebelumnya seperti menggunakan sepatu, celana panjang, jaket, atau bisa juga menggunakan helm sebagai alat perlindungan diri. Contoh lainnya, ketika kita akan memotret sebuah demo. Kita tahu dalam kasus demo-demo besar gas air mata akan ditembakan ke kerumunan massa atau massa yang membakar ban. Maka persiapan yang akan kita lakukan membawa pasta gigi, memakai pakaian yang aman dan lain-lain.

  1. Memposisikan Diri

Sebagai pewarta foto, dalam situasi tertentu kita akan bekerja sama dengan para objek yang akan kita potret. Oleh karena itu, kita harus memposisikan diri bahwa kita tidak boleh menggagu kerja yang lain. Karena mungkin saja kita yang akan menjadi penghalang atau yang merugikan mereka. Maka dari itu kita harus bisa memposisikan diri dan tidak ngeyel jika kita ditegur.

  1. Tidak Ada Foto Seharga Nyawa

Keinginan untuk mendapatkan foto yang bagus harus kita ukur terlebih dahulu plus minusnya. Jika itu dapat membuat kita celaka, maka kita harus memikirkannya ulang. Karena tidak ada foto seharga nyawa. Ini yang harus ditekankan kepada para pewarta foto LPM, karena para pewarta foto LPM belum dilindungi hak-haknya dalam undang-undang pers.

Itulah beberapa tips memotret dalam situasi ekstra. Mungkin beberapa pewarta foto atau para fotografer jurnalistik memliki tipsnya sendiri dalam mempersiapkan dirinya dalam situasi ekstream. Namun yang terpenting dari itu semua, situasi apapun yang akan kita hadapi, maka diri kita sendiri yang tahu harus seperti apa. Persiapan diri dan mental sebelum memotret menjadi kunci untuk tetap safety dalam memotret.

Foto dan Tulisan Oleh : Fakhri Fadlurrohman

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz