Ecobrick Solusi Kurangi Sampah Plastik

Sejumlah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan warga membuat Ecobrick di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/8/2019). Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang menjadi salah satu upaya penanggulangan sampah dengan media botol plastik yang diisi sampah anorganik hingga padat dan dapat menghasilkan benda baru seperti meja, kursi serta benda padat lainnya. PHOTO'S SPEAK / Muhammad Adli Dzulfikri
Sejumlah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan warga membuat Ecobrick di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/8/2019). Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang menjadi salah satu upaya penanggulangan sampah dengan media botol plastik yang diisi sampah anorganik hingga padat dan dapat menghasilkan benda baru seperti meja, kursi serta benda padat lainnya. PHOTO'S SPEAK / Muhammad Adli Dzulfikri
Sejumlah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan warga membuat Ecobrick di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/8/2019). Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang menjadi salah satu upaya penanggulangan sampah dengan media botol plastik yang diisi sampah anorganik hingga padat dan dapat menghasilkan benda baru seperti meja, kursi serta benda padat lainnya. PHOTO'S SPEAK / Muhammad Adli Dzulfikri
Sejumlah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan warga membuat Ecobrick di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/8/2019). Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang menjadi salah satu upaya penanggulangan sampah dengan media botol plastik yang diisi sampah anorganik hingga padat dan dapat menghasilkan benda baru seperti meja, kursi serta benda padat lainnya. PHOTO'S SPEAK / Muhammad Adli Dzulfikri