Pementasan di antara Paling dan Pulang

Penampilan Teater Pena pada acara Pekan Seni Jurnalistik 2021 di Villa Taman Firdaus, Jalan Penereopang Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/12/2021). Naskah karya Fajri Aulia Syatori yang disutradarai Nurmahadi ini, menceritakan tentang dinamika sosial di Tanah Melayu Minangkabau pada tahun 1939, Siti dari keluarga yang beragama juga kaya raya harus menerima kekerasan seksual dari hawa nafsu Jamal, Zulfikar dan Ismail. PHOTO’S SPEAK/ Bilal Nugraha Ginanjar

Penampilan Teater Pena pada acara Pekan Seni Jurnalistik 2021 di Villa Taman Firdaus, Jalan Penereopang Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/12/2021). Naskah karya Fajri Aulia Syatori yang disutradarai Nurmahadi ini, menceritakan tentang dinamika sosial di Tanah Melayu Minangkabau pada tahun 1939, Siti dari keluarga yang beragama juga kaya raya harus menerima kekerasan seksual dari hawa nafsu Jamal, Zulfikar dan Ismail. PHOTO’S SPEAK/ Bilal Nugraha Ginanjar

Penampilan Teater Pena pada acara Pekan Seni Jurnalistik 2021 di Villa Taman Firdaus, Jalan Penereopang Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/12/2021). Naskah karya Fajri Aulia Syatori yang disutradarai Nurmahadi ini, menceritakan tentang dinamika sosial di Tanah Melayu Minangkabau pada tahun 1939, Siti dari keluarga yang beragama juga kaya raya harus menerima kekerasan seksual dari hawa nafsu Jamal, Zulfikar dan Ismail. PHOTO’S SPEAK/ Bilal Nugraha Ginanjar

Penampilan Teater Pena pada acara Pekan Seni Jurnalistik 2021 di Villa Taman Firdaus, Jalan Penereopang Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/12/2021). Naskah karya Fajri Aulia Syatori yang disutradarai Nurmahadi ini, menceritakan tentang dinamika sosial di Tanah Melayu Minangkabau pada tahun 1939, Siti dari keluarga yang beragama juga kaya raya harus menerima kekerasan seksual dari hawa nafsu Jamal, Zulfikar dan Ismail. PHOTO’S SPEAK/ Bilal Nugraha Ginanjar




Photographer
Redaktur Photos Speak
Photo’s Speak adalah komunitas fotografi jurnalistik yang lahir dari keresahan sejumlah mahasiswa karena ditebangnya pohon-pohon rindang yang ada di Kampus UIN Sunan Gunung Djati.